Dunia yang Tak Bisa Dibayangkan

Sempat akhir-akhir ini aku memikirkan tentang hidup setelah mati. Sering kali pikiran itu datang ketika malam hari sebelum aku tertidur, dikamar yang sepi, gelap dan tak ada seorang pun yang tahu. Ketakutan yang sewaktu-waktu bisa datang kapan pun, dimana pun dan siap tidak siap kita harus menghadapinya. Sayang, kita sebagai manusia tidak akan pernah bisa untuk menolak kedatangan sang Malaikat Pencabut nyawa tersebut.
Jujur, aku hanya manusia yang sama sekali tak lepas dari perbuatan dosa. Banyak dosa yang telah aku lakukan di dunia ini. Aku sadar aku harus bisa menjadi seseorang yang lebih baik lagi dari yang sebelumnya, menjadi seorang makhluk hidup yang taat akan perintah dan larangan-Nya. Akan tetapi, aku belum bisa menjalankannya dengan baik....

Dunia yang  Tak Bisa Dibayangkan
Jujur, ketika aku ingat kematian sering kali aku takuuuuut membayangkan hal itu jika benar-benar terjadi disaat aku belum siap menghadapinya. Aku takut, hidup setelah mati dan hanya berada di lubang tanah berukuran 2x1 meter, ditutup dengan kain berwarna putih, dimana di dalamnya hanya ada kegelapan dan tak ada seorang pun yang menemani, hanya benar-benar sendiri untuk siap menerima akibat atas perbuatan apa saja yang telah dilakukan di dunia ini.
Malam datang...
Pikiran itu yang akhir-akhir ini sering terlintas dipikiranku. Mungkin karena aku sering memikirkan keadaan Ibu aku yang kini telah meninggal dunia. Sering kali aku berpikir, sedang apakah beliau saat ini? Bagaimanakah beliau disana, diruang gelap dan tak ada seorang pun yang menemaninya? Apakah dunia disana jauh lebih baik dari pada dunia yang disini? Banyak pertanyaan-pertanyaan itu muncul setiap malam.
Kematian pasti akan datang...
Kematian pasti akan dirasakan oleh semua makhluk hidup...
Kematian adalah kehidupan yang kekal dan sebuah kehidupan baru yang tidak akan bisa kita bayangkan bagaimana dunia disana...
Yaa Allah..
Ampuni aku, ampuni segala dosa-dosaku selama di dunia ini. Dosa kecil mau pun dosa besar yang telah aku lakukan di dunia ini. Ampuni juga segala dosa yang telah dilakukan oleh ayah, ibu, kakak, adek dan juga orang-orang yang sangat aku sayangi. Ampuni dosa kita yaa Allah.
Jika telah tiba waktunya Engkau memanggil kami, maka ijinkanlah kami dipanggil dengan keadaan yang Khusnul Khotimah...
Wajarkanlah kematian kami dan jauhkanlah kami semua dari siksa alam kubur dan siksa api nerakamu Yaa Allah..
Akan tetapi jika Engkau mengijinkan, ijinkanlah kami dibukakan pintu taubat sebelum kami dipanggil dihadapanMu, semata-semata hanya untuk memperbaiki kesalahan kami di dunia ini Yaa Allah, amin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Alur Kehidupan

Hidup ini memang hanya sebuah skenario Tuhan. Kita hanya sebagai tokoh dalam menjalani setiap naskah yang telah ditulis-Nya. Awal bahagia, berakhir dengan sebuah kesedihan itu merupakan hal yang biasa untuk kita rasakan. Bertemu kemudian berujung perpisahan juga hal yang mau tidak mau memaksa kita untuk menerimanya.
Hidup ini keras terlebih ketika kita telah memiliki harta dan tahta. Godaan yang sering menerpa adalah sebuah ujian yang harus dihadapi, tinggal bagaimana diri kita menyikapinya. Ntah kita ingin bertahan untuk tetap setia kemudian melawan segala godaan hidup itu atau kita akan goyah dengan godaan itu dan menghancurkan apa pun yang telah kita miliki. Semua yang kita miliki itu kita raih dari nol, butuh perjuangan dan proses jadi, ketika kita sudah meraihnya maka ujian terberat kita adalah mempertahankannya. Aku berharap apa pun yang telah aku miliki di dunia ini, aku akan tetap ingat perjuanganku mendapatkannya. Aku berharap tidak akan pernah lupa dengan diriku sendiri ketika aku telah memiliki semuanya. Aku akan selalu ingat orang-orang disekitar yang telah menemaniku selama proses hidup ini kemudian berjanji pada diriku sendiri untuk berbalik membantu hidup mereka yang sekiranya bisa aku bantu. Hidup hanya sekali setelah itu adalah hari kematian. Semua tidak akan bisa kita rasakan lagi. Sudah cukup jadi orang "nakal" di dunia, ingatlah terus hidup setelah mati maka kamu akan selalu tersadar untuk jadi orang baik dengan siapa pun. Bahagiakan orang-orang disekitarmu, bantulah mereka ketika hidupmu jauh lebih baik karena tanpa mereka kamu bukanlah kamu yang sekarang!!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

17 Oktober 2013, 20 tahun

Andre, Aku dan Seli di kos 217
Kamis, 17 Oktober 2013 adalah hari ulang tahun aku yang ke-20. Alhamdulillah, Allah masih mengijinkan aku untuk menghirup udara dunia. Jujur masih saja belum bisa memberikan yang terbaik, masih menjadi seorang hamba yang sepenuhnya belum bisa menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Semoga di usiaku kali ini, semua akan menjadi lebih baik lagi dan diberi barokah, amin.
Tahun ini tidak bisa merayakan bareng keluarga maupun pacar. Disisi lain aku masih menjadi anak perantauan di Yogyakarta dan disisi lain cowokku harus kembali bertugas di Magelang menyelesaikan pendidikannya. Sebelum cowokku kembali bertugas, dia sempat memberikan aku sebuah malaikat kecil yang aku beri nama "Dipra." Malaikat kecil itu adalah sebuah boneka Minion yang selama ini aku inginkan, sudah lama memang aku menginginkan boneka itu. Meski dia memberikannya disaat-saat terakhir dia harus kembali bertugas tapi itu adalah hal yang sangat aku hargai, setidaknya dia memperhatikan aku selama ini.
Bukan hanya itu saja kejutan yang aku dapat tapi, selasa pagi di kosan ternyata mbak-mbak di kos juga ikut memberikan kejutan dihari ultahku itu. Sepotong kue bertuliskan "Happy b'day Ratih" mereka berikan. Selang beberapa menit kemudian siraman air dan tepung dari mereka tak terhindarkan. Tidak hanya pagi saja aku diberi kejutan di hari spesialku ini, malamnya pun sahabat-sahabatku Seli dan Andre sengaja datang ke kos hanya untuk memberikan sebuah kue ulang tahun dan sebuah boneka Minion "LAGI" dari mereka. Alhasil, di ulang tahunku kali ini aku memiliki 2 buah boneka minion yang aku inginkan. Akan tetapi, bukan itu yang aku lihat melainkan rasa perhatian dan peduli dari merekalah yang aku hargai.
Minion "Dipra" dari Mas Dion

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Idul Adha, 15 Oktober 2013

Liat kalender ternyata Idul Adha jatuh pada hari Selasa, 15 Oktober 2013. Menjelang hari raya Idul Adha ini aku dapat kabar kalau cowokku "Dion" dapat cuti dari tanggal 12-15 Oktober 2013. Tapi sayang, cuti kali ini aku tidak bisa jemput dia karena hari Sabtu ada kelas dari jam 13.10-15.50 mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Sedikit kecewa ketika aku tidak bisa jemput dia karena jujur aku ingin selalu memberikan yang terbaik buat dia meski itu hanya sekedar menjemputnya.
Selama cuti dia tinggal di Sleman, rumah dimana kakaknya tinggal. Hari Sabtu dan Minggu hampir kita lewati bersama disana. Hari Senin juga hampir seharian bersama dia, sampai-sampai aku bisa bolak balik Muntilan-Sleman selama 5x hanya untuk bertemu dengan dia. Sedangkan hari Selasanya tepat hari raya Idul Adha dan tepat juga hari terakhir dia cuti, aku meminta untuk mengantarkan dia kembali bertugas. Hal yang terindah selain aku dapat mengantarkan dia kembali bertugas adalah dia mengajakku kerumahnya untuk bertemu dengan keluarganya. Tadinya aku pikir dia belum ingin mengenalkan aku dengan keluarganya karena dia sering bilang bahwa dia baru ingin mengajakku bertemu dengan keluarga jika aku sudah bekerja. Ternyata dugaanku salah, dia perlahan mencoba mengajakku untuk berkenalan dengan keluarganya, jujur itu adalah kejadian yang sangat berharga dalam hidupku.
Siang sekitar pukul 14.30 aku mengantarkan dia kembali bertugas. Selama diperjalanan aku hanya bisa memeluk erat tubuhnya sambil memejamkan mata berharap pelukan ini akan kembali lagi aku rasakan. Aku berharap dia disana baik-baik saja karena ini adalah tahun terakhir dia disana. Berat memang ketika aku harus mengantarkan dia karena hal itu memaksaku untuk mengikhlaskan dia pergi bertugas. Tapi disisi lain aku bangga bisa mengantarkan dia kembali bertugas karena aku berpikir mungkin jika dia sudah benar-benar penempatan aku tidak akan bisa lagi mengantarkannya.
Selain dia mengajakku bertemu dengan keluarganya, kemudian aku diijinkan untuk mengantarkan dia kembali bertugas, ternyata dia memberikan aku kejutan sebuah boneka "Minion" yang selama ini aku inginkan. Yaa, dia tau bahwa 17 Oktober adalah hari ultahku dimana dia tidak bisa merayakannya karena tanggal 15 Oktober dia sudah harus kembali bertugas. Itu adalah "malaikat kecil" pemberian dari dia yang harus aku jaga selama dia bertugas. Sungguh ini adalah cuti dan sekaligus ultah yang istimewa buatku.
Terima kasih sayang, terima kasih atas semua waktu dan pemberian darimu. Semoga diusiaku ini selalu diberi barokah, amin.
Sampai ketemu lagi di cuti besok, Desember 2013.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kebaikan yang Salah Untuk Diartikan

Siapa pun orangnya dan sedekat apa pun dia dengan kita mesti akan selalu ada batasannya. Tidak pandang bulu dengan apa yang telah dia beri (kebaikan) kepada kita. Memang kita harus memberikan timbal balik dengan apa yang telah dia beri, tapi kita juga sadar bahwa  tidak selamanya kita bisa memberikan timbal balik juga.
Sebenanrnya aku bingung dengan apa yang aku lakukan saat ini, entah itu langkah yang baik untuk aku lakukan atau tidak. Sedikit demi sedikit aku mencoba untuk menjauh dari sosoknya karena aku tersadar mungkin dulu aku telah salah menilai dia. Ketika aku berusaha untuk "welcome" dengan dia, selalu perhatian dan mencoba memberikan kebaikan kepadanya, justru hal itu salah. Jujur mungkin hanya dia yang bisa peka sedang seperti apakah kondisi aku saat ini.
Yaaah...
Kini aku sudah tersadar dan kini sudah berbeda. Dia, yaa Dia... ibarat kata ketika aku sudah memberikan hati justru dia masih ingin meminta jantung juga. Justru hal itu membuat aku keliru menilai siapa dia sebenarnya. Untung kita dekat baru sebentar dan bersyukur pula kini aku telah menyadari kesalahan aku yang sudah memberikan dia hati. Aku tidak bisa selalu bersama dia, aku juga tidak akan hidup terus bersama dia dan aku juga sadar bahwa kebaikan aku ini tidak akan selamanya bisa dia nikmati karena aku sendiri tidak ingin kebaikan ku selama ini disalah artikan.
Sudah,
Aku sudah sadar kini. Maaf aku harus membatasi ini semua, aku tidak ingin kamu selamanya tergantung dengan kebaikan ku walaupun terkadang aku merasa dirugikan dengan kebaikan yang telah aku beri kepadamu. Saat ini aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku pun kadang butuh waktu untuk privasi diri aku sendiri dan aku juga sangat berharap agar kamu sadar untuk tidak selamanya bergantung pada seseorang saja, bagaimanapun kamu butuh yang namanya "orang lain" sebagai tempat berbagi kamu, bukan hanya 1 orang saja yang bisa kamu andalkan. Kini aku harap kamu bisa peka dengan keadaan disini, kamu baru akan merasakannya ketika orang yang kamu andalkan sedang tidak berada disampingmu dan yang ada hanyalah "orang lain" dimana kamu sedang membutuhkan bantuan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Libur 3 Bulan Semester II

UAS semester 2 yang lalu akhirnya terlewati begitu saja akhir bulan Juni 2013 ini. Hasilnya pun sudah di dapat dan yang pasti diantar sampai rumah pada awal bulan September ini. Mungkin hal itu memang sudah menjadi agenda dari pihak kampus sendiri. Aku bisa libur selama 3 bulan ini juga alhamdulillah banget karena tidak mengikuti SP (semester pendek.) SP itu sendiri diselenggarakan hanya untuk perbaikan nilai yang mungkin pada semester sebelumnya mendapatkan nilai yang kurang memuaskan, misal mendapat nilai C pada salah satu mata kuliah yang diambil. Bersyukur dalam 2 semester berjalan di UTY ini belum pernah dan jangan pernah mendapat nilai C dalam setiap mata kuliah yang aku ambil, amin.
Entah kenapa dengan waktu 3 bulan ini terasa jenuh karena sebagian besar waktu liburan aku ini jalani di rumah. Meskipun begitu, bersyukur karena 2 target untuk liburan tercapai yaitu pergi ke Dieng, Kab Wonosobo dan Simpang Lima, Kab Semarang. Jujur aku sering membuat target buat liburan terlebih ke tempat yang memang buat aku itu menarik dan bisa untuk dikunjungi. Sayangnya sebagian tempat yang aku kunjungi itu bersama teman-teman dekatku karena mungkin jika bersama keluarga atau pacar bagiku kurang bisa menikmatinya karena dengan merekalah terkadang aku bisa jadi diriku sendiri. Bebas mau ngapain aja dan berbincang-bincang mengenai hal yang tak pantas dijadikan bahan obrolan bahkan bisa membuat kita disana tertawa terbahak-bahak tanpa sungkan. Bukan itu saja, terkadang dengan mereka pun bisa melakukan hal yang mungkin dihadapan keluarga atau pacar sungkan dilakukan tapi dengan mereka tidak (*ups, bukan hal yang jorok yaa)
Libur 3 bulan ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Alhamdulillah juga bisa berkumpul lagi dengan keluarga besar dan bertemu dengan keluarga sang pacar tentunya. Bersyukur juga pada tahun ini bisa bertemu dengan teman-teman alumni SDN 02 Jampiroso, Kab Temanggung yang mungkin baru kita jadikan sebagai agenda kegiatan tahunan. 2 bulan berlalu pada akhirnya 1 bulan tersisa ini aku sedikit demi belajar mengenai hal yang berhubungan dengan dapur karena memang dari kecil aku jarang bermain-main dengan urusan dapur. Kini aku sudah bisa membuat sayur oseng-oseng, ayam kuning favorit, jenang mutiara, ayam saus tiram, dsb. Hitung-hitung juga biar besok dapat membuat suatu masakan yang enak buat calon suami dirumah yang mungkin masakan itu akan menjadi masakan favorit dia, amin.
Kurang dari seminggu ini mungkin aku habiskan waktu dirumah sebelum nantinya menjadi anak kosan "lagi", yaah perbaikan gizi dulu dirumah dan akhirnya libur 3 bulan ini banyak hal yang di dapat dan dialami. Semoga libur tahun besok bisa dijalani lagi seperti liburan kali ini,
semester 3 menantiku.. siap belajar dan siap menghadapi tugas-tugas lagi. SEMANGAT!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Sahabat atau Pacar?

"Memilih hubungan dengan pacarmu renggang atau malah hubungan kamu dengan sahabatmu sendiri yang bakalan renggang....???"

Kalimat itu malam ini terlontarkan dari mulut pacar ku sendiri (Dion) dan sahabat ku (Shelly.) Sahabat yang dimaksud diatas adalah si Andre, pernah aku ceritain dia di blog pribadi ku ini. Sedangkan pacarku Dion, kita pacaran uda 1 tahun 2 bulan jalan. Posisi bahwa aku dengan Andre uda saling kenal sejak kami masuk SMP yang sama, kira-kira kalau sekarang kita uda berteman hampir 7 tahun. Mereka berdua jujur sangat aku banggakan dan aku selalu berharap hubungan yang uda aku bangun dengan mereka, masing-masing tidak ada masalah. Andre aku banggakan karena dia sahabat cowokku yang sampai saat ini meski dengan SMA dan perkuliahan yang berbeda, dia masih bisa menjaga hubungan baik denganku. Padahal bisa dibayangkan diluar sana ntah waktu SMA/kuliah pasti memiliki teman-teman yang baik pula tapi dia tetap konsekuen dengan persahabatan ini yang bakal dia jaga. Sedangkan Dion, aku bangga dengan dia karena meskipun dia seorang taruna yang bukan seperti orang-orang biasanya dia mau menereima, menyayangi aku dan memperhatikan aku dengan apa adanya. Dion juga selalu konsekuen karena dia selalu berusaha memberikan aku kabar via apapun itu meski aku tau hal itu tidak boleh ia lakukan karena bisa mengancam karir dia kedepan selama ia masih menjadi taruna di Akmil, Magelang.
Kedua orang tersebut penting dalam kehidupanku. Mereka mengajariku arti kebersamaan, peduli satu sama lain, bagaimana rasanya disayangi dengan tulus dan juga mengajariku tentang makna dari kehadiran seseorang yang jangan pernah kita sia-siakan.
Akan tetapi malam ini berbeda. Aku tahu aku salah tapi aku hanya ingin memperlihatkan dengan siapa aja aku disini, dengan siapa aja aku percaya jika tidak ada pacar sendiri disisiku, dengan siapa lagi aku bisa tersenyum lepas ketika aku masih ditinggal dengan pacarku disana dan dengan siapa lagi aku berbagi cerita ku tentang Dion kalau bukan dengan mereka yang jelas saat ini aku dekat. Jujur aku takut kehilangan mereka dan aku tak pernah sekalipun meminta hal itu terjadi. Sekarang aku bukanlah yang dulu, yang bisa jalan-jalan dengan bebas dengan siapa pun termasuk dengan sahabatku sendiri, sekarang aku uda punya Dion yang mungkin aku harus bisa terbuka atau setidaknya pamit jika aku sedang berpergian dengan siapa pun orangnya. Yaah itu semua dilakuin karena kita memang pacaran jarak jauh dan demi menjaga hati kita disini tapi kalau toh pergi sama teman yang jelas-jelas itu adalah sahabatnya sendiri apa juga harus dilarang? Bagaimana caraku agar Dion juga percaya dengan mereka? Biar aku disini juga tidak jenuh sendirian menunggu dan terus menunggu kamu untuk pulang. Aku hanya ingin bersenang-senang dengan mereka yang mungkin hal itu tidak akan pernah bisa aku temukan saat bersama Dion dan aku hanya ingin ketika aku sendirian disini menantimu aku tidak jenuh menunggunya karena dengan mereka uda bisa membuatku tersenyum meski tanpa hadirnya pacarku sendiri, Dion.
Maaf tapi aku berusaha untuk bisa mengerti posisi kalian masing-masing, aku baru belajar karena dari dulu hal ini belum pernah aku rasain. Aku terbiasa dengan mereka, sahabat-sahabatku yang senantiasa menemaniku tapi disisi lain aku juga bersyukur memiliki pacar seperti Dion yang uda tulus menyayangiku hingga saat ini.
Dan ini benar-benar kejadian yang pertama kali dan aku sendiri tidak ingin memilih salah satu diantara kalian  karena kalian telah memberikan makna hidup tersendiri di dalam hatiku, kalian sangat berarti....


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Don't cry and keep smile :)

Mungkin jika ada kesempatan untuk membuat suatu permohonan maka permohonan yang ingin aku ucapkan adalah kembalikan ibuku dan ijinkan dia selalu berada disampingku. Meski... aku harus merelakan hidupku yang sekarang, merelakan teman-teman ku yang sekarang aku kenal, dan mungkin tidak akan pernah mengenal mereka jika permohonan ku itu terkabul. Berat banget mungkin untuk kehilangan hidup aku yang sekarang tapi aku harus merelakan itu semua demi kembalinya sosok ibu dalam hidupku.
Sayang hal itu hanyalah khayalan belaka, khayalan yang hanya sesaat hadir dan tidak akan pernah terwujud. Malam ini aku coba untuk tersenyum dan tidak menangis lagi. Tidak ada yang tau kalau toh malam ini akhirnya aku menangis bahkan waktu pacar ku menelepon pun aku berusaha untuk menutupinya agar dia tidak mengkhawatirkan aku. Yaah... malam ini tidak sengaja ribut lagi dirumah dan ributnya itu gara-gara ibu tiri aku "lagi." Aku sadar aku mengijinkan dia jadi ibuku karena semata karena buat papi, biar ketika papi sakit itu ada yang ngurusin, biar papi tidak kesepian lagi, dan papi ada temennya ketika kelak anak-anaknya sudah tidak tinggal satu rumah lagi. Akan tetapi ngejalani itu semua berat, beraaaaaat banget. Aku tau dia bukan ibuku, bukan ibu yang ngelahirin aku di dunia ini tapi ketika ada ribut-ribut dirumah itu yang sangat aku benci. Pengen rasanya aku balik jogja cepet meski sekarang masih musim libur semester yaah walaupun cuma menghindar dari rumah aja. Orang tidak akan pernah tau hal ini, sesuatu yang aku rasain dirumah dengan kondisi ribut satu sama lain. Entah tanggapan orang seperti apa tentang aku dengan keluarga yang seperti ini.
Aku mungkin tidak suka ada ribut-ribut dirumah, aku lebih baik pergi untuk sekedar melepaskan penat dirumah. Aku selama ini mencari kebahagiaan layaknya sebuah keluarga yang utuh justru dari lingkungan keluarga teman-teman ku. Dari mulai keluarganya Reni, Yani, Dian Wahyu, Andre, Seli, Gita, bahkan Mira hingga aku menganggap mereka juga termasuk keluarga ku sendiri. Apa lagi keluarganya Andre, Mira dan Yani justru keluarga merekalah yang tau siapa aku, bagaimana aku, dan menerima aku dengan apa adanya termasuk kondisi keluargaku ini. Jujur aku lebih mudah untuk masuk kedalam lingkungan keluarga mereka dari pada keluargaku sendiri. Kebiasaan dengan mereka kadang yang membuat aku mudah masuk dan mengakrabkan diri dengan mereka. Sesuatu yang jarang dilakukan itu memang berat diawal tapi jika kita belajar untuk membiasakan hal itu maka semua akan terlihat mudah, jika orang disekitarmu juga mendukung hal itu!
Sabar ya mas atas keributan tadi dirumah, lebih baik mas cepet-cepet balik Jogja aja biar aku yang dirumah. Mas Fandi juga harus inget kalau mas harus bisa bukti'in ke ibu yang sekarang kalau mas itu bisa, bisa untuk memperbaiki semuanya. Aku sayang mas... dan selalu merindukan Ibu kita... selamanyaaaaaa.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ramadhan 2013

1 Syawal 1434 Hijriah
Satu bulan berpuasa untuk menggapai sebuah kemenangan...
Begitulah kewajiban umat Muslim di dunia dalam menjalakan perintah-Nya. Tidak jauh beda dengan aku, tahun kedua ramadhan dengan status berpacaran. Awal puasa bareng keluarga, temen-temen di kos dan sama pacar juga. Sayangnya sama mas Dion cuma bentar karena harus menunggu tanggal 25 Juli lagi baru bisa ketemu, tapi buatku tak apa karena aku juga yakin dia pulang demi aku. Aku tidak pernah menyalahkan jika aku dengan mas Dion tidak bisa seperti orang-orang disekitar yang selalu bisa kesana kemari berdua, meski kadang terlintas jika aku iri dengan mereka tapi itu semua aku tepis, aku berusaha bahwa dengan jalan seperti ini pun udah buat aku bahagia. Kepercayaan dari dia serta kasih sayang yang selalu ia berikan meski pun tak secara langsung uda mengartikan bahwa dia selalu ada di dalam hatiku, you are always in my hearts honey...
Tapi sayangnya tahun ke-2 ini kita sedikit berbeda waktu malam takbir. Di tahun kemaren kita sempat merayakan berdua tapi sayang di tahun ini kita tidak bisa merayakan bersama, dia di Sleman sedangkan aku di Muntilan. Saat itu aku juga hanya merayakan bersama keluarga meski tepat pukul 22.00 aku dan kakakku baru keluar rumah untuk melihat keramaian jalan.
Hanya saja ada yang sedikit mengganjal waktu aku silaturahmi dirumahnya mas Dion. Bukan maksud aku tidak peka saat itu tapi niatku datang kesana adalah silaturahmi karena ini pertama kalinya dalam hidupku. Aku berpikir bahwa tradisi sungkeman itu belum saatnya aku terapin dihadapan orang tuanya, aku berpikir untuk bersilaturahmi dulu agar lebih dekat dan aku juga selalu ingat kata-katanya mas Dion bahwa "hubungan kita masih panjaaaang" jadi aku menunggu waktu yang tepat untuk memperkenalkan aku lebih dalam kekeluarganya. Lagian juga ini baru pertama kali, pertama kali datang kerumahnya dengan moment lebaran, pertama kali aku datang kerumahnya langsung bertemu kedua orang tuanya dan yang paling jelas adalah ini pertama kalinya aku merasa salah tingkah dan gugup duduk sendirian bersama keluarganya, bener-bener nervous saat itu...
Singkat cerita lebaranku bersama mas Dion,
Wejangan dari orang tuanya aku tanamkan dalam hati karena beliau mengajarkan makna dibalik kesederhanaan. Aku berharap di lebaran tahun depan bisa lebih baik lagi dan memperbaiki kesalahan yang aku perbuat, semogaaa selalu diberkahi hubunganku dengan mas Dion sampai kejenjang berikutnya, amin

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kalian Datang Untukku

Cewek yang memakai kaos putih itu bernama Reni Wijayanti, biasa aku panggil dia Rhe. Rhe adalah teman sejak SMP (meskipun sejak SMP kita sama sekali belum pernah satu kelas) SMA pun kita beda alias kita tidak lagi satu sekolahan. Syukurnya, meski kita tak lagi satu sekolahan tapi persahabatan kita masih tetap terjaga. Kita selalu meluangkan waktu hanya sekedar kumpul mau pun jalan bareng, hampir setiap bulan setidaknya kita selalu ada komunikasi. Dia sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri, yaaah karena dia sangat dekat denganku. Namun, persahabatan kami benar-benar sedang diuji saat akhir kelas 3 SMA. Ada yang sedang ia sembunyikan tentang permasalahan yang mungkin ia ingin aku dan teman-teman yang lain tidak tahu dan masalah itu hal yang sangat fatal baginya. Jujur saat ini pun aku merasa kehilangan dia karena hampir setiap waktu aku selalu dengannya tapi, aku sendiri tidak bisa menuntut lebih dari dia karena "masalah" itu telah merubah kehidupan dia saat ini.
Masa kuliah pun aku lewati tanpa adanya Rhe meski dulu kita sering bermimpi untuk bisa bersama-sama menikmati indahnya Jogja. Tidak tahu kenapa meski pun tanpa Rhe kedekatan ku justru lebih dekat dengan Sheli dan Mira. Mereka berdua teman semasa SMA ku dulu dan Rhe pun juga tahu mereka karena dulu sempat aku kenalkan dan juga sering bersama-sama kumpul. SMA dulu aku belum sedekat ini dengan Sheli dan Mira karena kedekatan kita dulu hanyalah sebatas teman main saja tapi sekarang justru lebih dari itu.Ntah kenapa aku berpikir bahwa merekalah yang selama ini selalu ada untukku dan mungkin kedekatan kita ini akan sama halnya dengan "my second family" Aku sangat berharap dengan mereka bahwa ini bukan mengenai pertemanan saja melainkan yang kita cari saat ini adalah sebuah keluarga, keluarga yang berisi dengan kenangan-kenangan gila dan tak terlupakan yang suatu saat akan kita ceritakan pada anak-anak kita.
Sampai kapan pun Andre, Sheli, Mira, Adhe, Yani dan Rhe tetaplah bagian terindah dalam hidupku. Mereka selalu ada meski jarak tak sedekat dulu dan komunikasi dalam bentuk apa pun selalu terjaga demi menjaga hubungan ini. Aku yakin kita bisa menjaga semua ini dan berharap apa yang telah terjadi dengan Rhe akan menjadi hikmah yang harus kita ambil. Semuanya, aku yakin kalian adalah keluarga keduaku yang sangat aku kagumi dan banggakan. Aku tidak akan pernah menyianyiakan kehadiran kalian karena aku yakin tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa dan tanpa kalian aku tidak akan pernah mengerti arti indahnya kebersamaan hidup ini yang kelak tak akan pernah kita rasakan lagi.
Aku percaya kalian dan aku sayang kalian semua...
Terima kasih selama lebih dari 7 tahun ini telah menemani perjalanan hidupku dan terlebih kalian mau menerima aku sebagai teman kalian yang apa adanya..

  
Benteng Vederburg Yogyakarta
Mira, Ratih dan Sheli






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ngampet Kangen "Kamu"

Tau rasanya ngampet pengen ketemu, sms, atau bahkan telp orang?
Alasan gak bisa ngelakuin hal itu karena lagi ada yang ngambek aja...
Hahaha lucunya, orang itu bukan pacar melainkan orang lain yang sehari-hari selalu buat aku bawel. Sayangnya orang itu terkesan gak peduli dan cuek aja sama keberadaanku disini. Yah, hal ini seperti dejavu untuk yang kesekian kalinya pernah aku alami. Awalnya aku benar-benar ngerasa bahwa aku sayang sama dia dan selalu memberikan yang terbaik untuk dilakukan tapi kembali lagi bahwa semua itu bisa ditebak akhirnya dengan perpisahan dan rasa sayang ini akan hilang seiring berjalannya waktu.
Sia-sia mungkin, kita sudah melakukan sesuatu yang terbaik buat orang itu tapi ujungnya juga akan berpisah. Aku memang selalu takut dengan hal PERPISAHAN... karena kata-kata itu sudah sering terjadi dalam hidupku sejak aku kecil. Berpisah dengan ibu 2x karena beliau meninggal, setelah itu harus berpisah dengan teman-teman kecilku karena lulus SD aku harus pindah rumah sampai pada akhirnya SMP aku memiliki seorang kakak yang juga berujung pada perpisahan. Simpel mungkin... tapi hari-hari selama aku berjalan dengan mereka hilang begitu aja dan tak pernah terjadi lagi..
Inilah hidup,
Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Namun, pertemuan adalah awal dari perpisahan dan perpisahan bukanlah akhir dari segalanya melainkan pelepasan yang bermakna khususnya buat orang-orang disekitarku yang sangat aku sayangi.
Siapa pun yang pernah membaca blog ini atau siapa pun orang yang pernah bertemu dan mengenalku, tau kah kalian bahwa hidup ini selalu berujung pada perpisahan? Aku selalu berjanji pada diriku bahwa aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik buat orang-orang disekitarku terlebih buat teman-temanku, kakak ku dan my second family. Aku akan selalu berusaha ada buat mereka demi membuat mereka tersenyum karena senyuman mereka adalah kebahagian ku yang mungkin tak bisa melihat senyuman mereka lagi dan aku tidak akan pernah menyianyiakan arti keberadaan dan kebersamaan ku dengan mereka yang sesaat ini...
Semoga kamu juga seperti itu...
(andaikan dia tahu siapa yang aku maksud dalam cerita ini)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

HaPPy aNNiversary, 17 Juni 2013


Akhirnya hubungan ku dengan Dion ini uda berjalan 1 tahun. Mungkin masih terbilang sangat muda tapi ya ini lah kenyataannya. Memiliki pacar seorang taruna mungkin sangat bangga bisa memilikinya. Seorang taruna yang mungkin kebanyakan orang berpikir mencintainya bukan dari hati melainkan cinta atas seragam dan pangkatnya. Awalnya aku terusik dengan kata-kata itu tapi pada akhirnya aku tersadar bahwa aku benar-benar sayang dengan dia apa adanya bukan karena apa yang dia miliki. Aku sadar itu ketika ia memperlihatkan betapa sederhananya sikap dia kepadaku. Kiranya ia bersikap acuh dan sombong karena dia seorang taruna tapi semua itu ia tepis dengan kesederhanaanya. Meski begitu aku bangga memiliki dia karena bersama dia aku merasa seperti dijaga dan dilindungi ketika bersama dia karena kesederhaan itu nilainya sangat berharga tak bisa dibeli dengan uang.


Acara kirab di alun-alun Magelang

Namun, setiap hubungan tak pernah mulus saat berjalan. Selain tantangan yang harus kita hadapi karena longdistance dan harus percaya dengan pasangan kita ternyata tetap saja ujian itu datang. Setengah tahun berjalan aku meminta putus dengan dia dan masalah itu karena aku merasa minder jalan dengan dia. Aku berpikir bahwa dia bisa mendapatkan seorang wanita yang "lebih" diatas apa yang aku miliki, dia juga mungkin dengan mudah untuk mendapatkan apa yang terbaik buat dia. Yah, karena saat itu aku sadar tak memiliki apa-apa yang pantas ia banggakan dan juga mungkin aku sadar bahwa jalan "mundur" lebih baik sebelum nantinya aku kecewa dibelakang. Ituu adalah pemikiranku dulu... dan setelah itu dia mulai meyakinkan aku bahwa dia memilih aku dengan tulus sebagai kekasihnya. Dengan segala kekurangan yang aku miliki dia dengan terbuka akan selalu menutupi kekuranganku itu dengan kelebihan yang dia miliki. Saat itu aku tersadar dan berjanji bahwa aku tidak akan menyianyiakan rasa sayang dia buat aku. Aku percaya bahwa dia benar-benar menyanyangiku dan begitu sebaliknya aku. Aku berharap kedepannya kita bisa melewati setiap ujian dengan bijak dan juga bisa menjaga hubungan ini sampai kapan pun karena aku percaya kamu bisa menjadi seorang pemimpin buat aku bukan hanya menjadi pemimpin untuk anak buahmu, amin...
Terima kasih sayang...
Terima kasih atas rasa sayangmu selama ini...
Aku akan selalu menjaga hatiku untukmu...
Dan, selalu ku tunggu kehadiranmu disisiku...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Makrab 5 Juli 2013

Makrab 5-6 Juni 2013
Akhirnya terlaksana juga makrab kelas C akuntansi UTY 2012 ini. Walaupun terkesan dadakan tapi sungguh uda cukup berkesan. Sederhana dan berkesan mungkin inilah yang bisa disampaikan buat makrab kelas kita hehehe.
Malamnya kita seru-seruan maen game di joglo sampai akhirnya kelompokku disuruh melakukan tes kejujuran tentang mantan. Gak ada yang percaya kalau ini memang hanya punya satu mantan itu pun dulu waktu aku masih SMP. Setelah acara itu, larutnya lagi kita senang-senang maen api unggun sambil foto bersama. Lucunya lagi mereka semua khususnya cowok pada berjoget bersama dengan alat musik yang sederhana yaitu, gitar dan galon

Keesokan harinya yaitu acara outbound. Dimulai dengan pemanasan dan senam dipimpin sama ketua kelas yang baru, Aminudin. Selang beberapa menit kemudian datang panitia obyek wisata "Kelor" Turi, Sleman. Beliau datang sebagai pemandu sekaligus membuka perkenalan tempat outbond ini. Beliau sangat aktiv dalam memandu kami kala itu. Outbound yang bertujuan mengajari kita untuk bekerja sama sebagai team ini bukanlah mencari pemenang akan tetapi mencari seberapa besar kekompakan kita dalam menyelesaikan rintangan-rintangan tersebut.
Sayangnya karena aku dapat kelompok 1, ternyata harus bermain di bagian air terlebih dulu. Dari harus memegang Dimas agar dia gak terjatuh, melewati jembatan diatas kolam tanpa tali, sampai akhirnya aku dijatuhin di kolam sama Faris dan Amin gara-gara tadinya aku mengerjain mereka jatuh ke kolam terlebih dahulu hehehe.
Tempat outbond yang tadinya berasa dingin banget namun, setelah adanya outbond ini benar-benar berasa hilang semuanya. Seru dan asyik pada akhirnya...

pagi hari sebelum outbond


outbond bagian air selesai
waktu menyeberangi jembatan tanpa tali


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pengenalan Karakteristik Teman_Part 1

Aydha
Cewek imut, kecil, pendek dan gendhut itu namanya Siti Nuraydha. Aku kenal dia karena kita satu kampus, satu jurusan dan satu kelas pula sama dia. Mana kalau kemana-kemana itu aku sama dia di kampus bahkan jemput dia di terminal pun juga aku sampai-sampai tukang parkir di terminal itu ngira aku kakaknya Aydha coba, huft. Dia tuh enak orangnya, suka aku akhirnya menemukan seorang teman kayak dia. Kebiasaan kita tuch sama sampai sekarang sama-sama suka NELAT BERANGKAT KAMPUS, uda tahu masuk jam 07.00 kita sampai kampus jam 07.30, kita tuch gak pernah ON TIME itulah lucunya kita. Gak bisa dibayangin misal ada tugas presentasi jam 07.00 mungkin kita tetep bakalan nelat dan ujung-ujungnya dapat omelan dari kelompok kita hahaha. Dia pintar tapi pintarnya dia tuch "nyleneh" gak kayak anak-anak pintar biasanya yang cenderung serius disetiap mata kuliah. Hal yang paling seru tuh kalau keinget mata kuliah Manajemen dan Komunikasi Bisnis (kombis) hahaha setiap mata kuliah itu yang dimainin bukannya kertas dan bolpoin tapi HP masing-masing, aku download game dan aydha cuma sibuk maen facebook terus. Ujung-ujungnya kita pada kelabakan sendiri waktu uda UTS gara-gara catatan kita gak lengkap semua, mesti foto kopi sana sini pula. Bener-bener pas dech aku kenal dia, bersyukur banget aku ketemu sama Aydha...
Bonina, Aryanti dan Ratih
Selanjutnya...
Cewek berjilbab orange itu namanya Bonina. Waktu pertama masuk kuliah aku dekat dengan dia maklum aja dia orang pertama yang aku kenal mana kita tuh dari daerah yang sama, Muntilan. Banyak teman-temanku yang menyarankan untuk tidak terlalu dekat dengan Bonina, bahkan cowokku sendiri yang menyarankannya. Entah kenapa cuma perlahan semakin aku kenal dengan dia justru aku semakin bisa mengenal karakteristiknya dan ternyata benar aku gak begitu sejalan bila terus berteman dengannya. Sedangkan cewek tengah berjilbab pink itu namanya Aryanti, dia asli orang Cilacap. Dia sebenarnya baik banget, enak diajak cerita tapi sama dengan Bonina bahwa semakin aku kenal ternyata aku gak sejalan dengannya. Jujur untuk urusan teman memang aku lebih spesifik, berteman sech OKE cuma jangan sampai kita merasa dirugikan, jika teman itu membawa dampak yang positif buat kita maka kenapa tidak untuk kita pertahankan? Akan tetapi, jika dia membuat kita untuk bermalas-malasan dan mengganggu perkuliahan kita yaa kita juga harus bisa ambil sikap, tegas untuk tidak berdekat-dekatan lagi dengannya.
Farchani, Dina dan Ratih
Farchani nama cowok yang ada di foto itu, dia juga kebetulan berasal dari Muntilan sama dengan aku. Itu cowok simpel, pintar pula sampai-sampai IP'nya 3,5 keatas. Farchan itu lucu orangnya meskipun aku tidak terlalu dekat dengannya tapi setidaknya dia cowok netral untuk berteman dengan siapa pun termasuk aku. Sedangkan cewek tengah itu bernama Dina, dia asli orang Jogja. Baru sebentar aja kita kenal gara-gara aku dikelas itu sama si Aydha terus gak taunya malah bisa kenal sama si Dina. Gak beda jauh sama si Aydha kalau dia juga pintar tapi sayang perbedaan yang bertolak belakang adalah bahwa si Dina itu orangnya on time. Bisa dibilang kalau dia itu tidak pernah terlambat kalau ke kampus, sekalipun terlambat itu pun gara-garanya dia nungguin aku sama Aydha waktu mata kuliah Kombis. Dia juga orangnya welcome dengan siapa aja termasuk dengan mbak-mbak ku di kos. Meskipun dia jarang maen ke kos ku tapi ketika dia ke kos uda gak ada rasa canggung lagi ketemu sama mbak-mbak di kos. Itulah yang kadang aku selalu bersyukur bisa bertemu dengan teman-temanku seperti Dina dan Aydha. Sederhana, welcome, dan yang pasti selalu membangun aku untuk berbuat yang positif demi masa depanku. Semoga nantinya pertemanan kita ini bisa bertahan lama meskipun kita berasal dari daerah yang berbeda-beda dan yang pasti bahwa aku selalu bersyukur bisa berkenalan dengan kalian semua...
Muntilan_Jogja_Wonogiri

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mayoritas yang Sia-sia


Pernah kamu merelakan sesuatu untuk seseorang yang mungkin hanya sebentar saja bersamamu?
Teman?
Sahabat?
Bahkan seorang kakak yang kamu anggap?
Jika ingat semua itu ternyata mirip orang bodoh aku ngelakuinnya. Sering kali aku berbohong sama orang tuaku hanya untuk bersama-sama pergi bareng, sampai aku bela-belain mending kena marah orang tuaku dari pada aku gak bisa ikut. Aku bela-belain rela pulang sampai rumah jam 23.00 buat pergi ke Jogja dengan tujuan gak jelas. Bukan hanya itu, pernah waktu itu aku sakit demam tapi justru aku bela-belain pergi hanya untuk menjemput temanku sekolah, pulang cepet-cepet sampai kehujanan demi untuk bersama dia eh gak taunya malah dia gak ada ditempat, dibelain pergi kerumahnya padahal untuk kesana butuh waktu 45 menit (sekali berangkat belum baliknya) karena uda janji buat pergi bareng gak taunya sampai sana dia batalin seenaknya sendiri tanpa alasan yang jelas akhirnya nasibku sampai sana juga bisa dikatakan sia-sia.
Dan...
Itulah yang sering terjadi, aku rela menunggu seseorang yang mungkin sebelumnya berniat untuk menemaniku tapi ujung-ujungnya dia tak pernah datang. Membatalkan janji dengan seenaknya sendiri padahal tanpa disadari orang yang disini sudah rela menunggu dan sangat, sangat berharap dia menepati janjinya walau hanya untuk sekedar makan atau pergi sebentar dan itu gak butuh waktu 2 jam!!!
Kecewa jelas itu jawabannya tapi toh siapa aku?
Seberapa pentingkah arti aku dalam kehidupannya?
Pernah aku alami hal tadi, menunggu tapi ujungnya dia tak pernah datang, berjanji tapi akhirnya dia batalkan, dan semua berujung pada kekecewaan yang bisa aku pendam. Aku mungkin terlalu berharap jika arti kehadiranku begitu sangat berarti dalam kehidupannya sehingga aku berpikir bahwa ketika aku menunggu dia untuk pulang dia pun juga akan berpikiran segera pulang karena tahu ada aku disini dan ketika kita berjanji untuk pergi dia juga akan berusaha menepatinya demi pergi bersamaku. Namun sayang, mungkin arti kehadiranku buat dia gak sebesar yang aku bayangin.
Jujur aku memang terkadang lebih memayoritaskan orang yang ada disekitarku, terkadang bisa aku lebih mengutamakan sahabatku dari pada keluargaku sendiri, bahkan bisa juga aku rela mengutamakan hari-hariku bersama orang yang jelas dia hanya sebentar bersamaku dari pada keluargaku sendiri. Aku memang bodoh karena terkadang ketika aku memayoritaskan kebersamaanku dengan mereka tapi justru mereka tak meresponku, tak mempedulikan bahwa “ini lho ada aku disini, kita mungkin cuma sebentar bersama-sama makanya aku tak ingin melewatkan setiap moment ku bersama kalian, aku ingin kebersamaan yang sesaat ini berisi penuh makna”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Liburan Ke Wonosari, Gunungkidul

Pantai Kukup
23 Januari 2013

Lina, Desi dan Ratih
Pantai Kukup


Cewek sebelah kiri yang pake baju warna ijo itu namanya Lina Sekti Sunarsih. Aku biasa panggil dia Mba Lina, maklum usia dia lebih tua dari aku terlebih juga dia adalah salah satu mbak yang ada di kos 217. Cewek yang tengah itu mirip sama Mba Lina hehhehe gimana gak mirip orang cewek yang tengah itu adeknya Mba Lina. Dia namanya Desi kalau gak lupa sech dia baru kelas 1 SMP dech hehehe. Kalau diliat dari deket mereka berdua tuch mirip banget, dari wajah sampe badannya yang sama-sama kecil, beneran mirip banget.

Ikha dan Ratih
Pantai Kukup
Nah kalau cewek yang foto sama aku itu namanya Rafika Ardinata Sileleng, biasa aku panggil Mba Ikha. Dia asli orang dari Ternate jadi dia ga begitu fasih dalam berbahasa Jawa. Padahal kalau di kos mayoritas pada pake bahasa Jawa jadi terkadang aku sering kasihan sama dia soalnya ketika kita bisa ketawa-ketawa puas eeh gak taunya dia sendiri yang diam gara-gara gak paham kita-kita pada ngomong pake bahasa Jawa.


Foto-foto ini diambil ketika waktu itu aku, mba lina sama mba ika sepakat untuk tidur dirumahnya mba lina di Wonosari, Gunungkidul. Lebih tepatnya ketika kita lagi pada libur semester satu. Rencana awal sech kita berempat jadi sama Mba Tiara tapi dia malah gak jadi ikut gara-gara ada acara ke Klaten. Uda lama juga sech rencana tidur ditempatnya Mba Lina cuma sayang gak bisa sesuai dengan rencana berempat rame-rame tidur sana.
 
Lina dan Ratih
Pantai Sepanjang
Kita berangkat pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan sampai Wonosari pun sekitar pukul 10.30an. Maklum Jogaj dengan begitu hawa panasnya tiba-tiba sampai sana hawa dingin langsung dech aku dan Mba Ikha mutusin untuk tidur siang. Rencananya sore itu diajak sama Mba Lina untuk berkeliling pantai yang ada disekitar Wonosari. Malamnya kita hanya bersantai didepan tv sambil ngeliat Desi belajar hehehe kita-kita cuma ngeliatin dia belajar aja gak ada maksud buat ngajarin dia. Sekitar pukul 21.00 kita sudah beranjak tidur tapi sayang saat itu aku sama sekali gak bisa memejamkan mata buat tidur. Aku coba bangunin Mba Ikha dan Mba Lina karena aku belum bisa tidur-tidur juga tapi mereka malahan uda pergi tuch ke alam mimpi mereka masing-masing. Anehnya, malam itu Mba Ikha aneh (orang jawa bilang "ketindian") seperti orang minta tolong untuk di bangunin tapi posisi dia itu seperti nglantur gak jelas gitu. Saat itu aku langsung kaget dan berusaha bangunin dia dengan cara manggil-manggil Mba Ikha sambil namparin pipinya Mba Ikha hehehe soalnya dia tetep gak bangun-bangun sech jadi yaa aku tampar aja pipinya. At last, Mba Ikha dan Mba Lina bangun juga dan keheningan malam itu yang tadinya sempat serem gara-gara Mba Ikha langsung berubah menjadi malam yang penuh kekonyolan, ketawa puas kalau ingat kejadian itu hahaha
keesokkan harinya kita berniat untuk ke pantai pagi-pagi tapi karena kita jam karet semua jadi rencana awal berangkat jam 05.00 berubah menjadi jam 09.00 kita baru berangkat hehehe. Tujuannya cuma maen ke Pantai Sepanjang karena saat itu aku ingin sekali maen air pantai, uda lama gak maen ke pantai. Siangnya kita berniat untuk segera pulang karena keesokkan harinya aku ada acara bareng sama teman-teman SMA buat touring ke Tawangmangu. Hanya sehari kita bermalam ke tempatnya Mba Lina tapi itu sudah cukup untuk sekedar berkenalan dengan keluarganya Mba Lina dan menikmati liburan ku saat itu.
Ikha dan Ratih
Hutan Belakang Rumah Mba Lina




Meskipun cuma sehari disana tapi itu sudah membuat aku sedikit lega untuk bisa berkunjung ke Wonosari, Gunungkidul.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS