Kalian Datang Untukku

Cewek yang memakai kaos putih itu bernama Reni Wijayanti, biasa aku panggil dia Rhe. Rhe adalah teman sejak SMP (meskipun sejak SMP kita sama sekali belum pernah satu kelas) SMA pun kita beda alias kita tidak lagi satu sekolahan. Syukurnya, meski kita tak lagi satu sekolahan tapi persahabatan kita masih tetap terjaga. Kita selalu meluangkan waktu hanya sekedar kumpul mau pun jalan bareng, hampir setiap bulan setidaknya kita selalu ada komunikasi. Dia sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri, yaaah karena dia sangat dekat denganku. Namun, persahabatan kami benar-benar sedang diuji saat akhir kelas 3 SMA. Ada yang sedang ia sembunyikan tentang permasalahan yang mungkin ia ingin aku dan teman-teman yang lain tidak tahu dan masalah itu hal yang sangat fatal baginya. Jujur saat ini pun aku merasa kehilangan dia karena hampir setiap waktu aku selalu dengannya tapi, aku sendiri tidak bisa menuntut lebih dari dia karena "masalah" itu telah merubah kehidupan dia saat ini.
Masa kuliah pun aku lewati tanpa adanya Rhe meski dulu kita sering bermimpi untuk bisa bersama-sama menikmati indahnya Jogja. Tidak tahu kenapa meski pun tanpa Rhe kedekatan ku justru lebih dekat dengan Sheli dan Mira. Mereka berdua teman semasa SMA ku dulu dan Rhe pun juga tahu mereka karena dulu sempat aku kenalkan dan juga sering bersama-sama kumpul. SMA dulu aku belum sedekat ini dengan Sheli dan Mira karena kedekatan kita dulu hanyalah sebatas teman main saja tapi sekarang justru lebih dari itu.Ntah kenapa aku berpikir bahwa merekalah yang selama ini selalu ada untukku dan mungkin kedekatan kita ini akan sama halnya dengan "my second family" Aku sangat berharap dengan mereka bahwa ini bukan mengenai pertemanan saja melainkan yang kita cari saat ini adalah sebuah keluarga, keluarga yang berisi dengan kenangan-kenangan gila dan tak terlupakan yang suatu saat akan kita ceritakan pada anak-anak kita.
Sampai kapan pun Andre, Sheli, Mira, Adhe, Yani dan Rhe tetaplah bagian terindah dalam hidupku. Mereka selalu ada meski jarak tak sedekat dulu dan komunikasi dalam bentuk apa pun selalu terjaga demi menjaga hubungan ini. Aku yakin kita bisa menjaga semua ini dan berharap apa yang telah terjadi dengan Rhe akan menjadi hikmah yang harus kita ambil. Semuanya, aku yakin kalian adalah keluarga keduaku yang sangat aku kagumi dan banggakan. Aku tidak akan pernah menyianyiakan kehadiran kalian karena aku yakin tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa dan tanpa kalian aku tidak akan pernah mengerti arti indahnya kebersamaan hidup ini yang kelak tak akan pernah kita rasakan lagi.
Aku percaya kalian dan aku sayang kalian semua...
Terima kasih selama lebih dari 7 tahun ini telah menemani perjalanan hidupku dan terlebih kalian mau menerima aku sebagai teman kalian yang apa adanya..

  
Benteng Vederburg Yogyakarta
Mira, Ratih dan Sheli






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ngampet Kangen "Kamu"

Tau rasanya ngampet pengen ketemu, sms, atau bahkan telp orang?
Alasan gak bisa ngelakuin hal itu karena lagi ada yang ngambek aja...
Hahaha lucunya, orang itu bukan pacar melainkan orang lain yang sehari-hari selalu buat aku bawel. Sayangnya orang itu terkesan gak peduli dan cuek aja sama keberadaanku disini. Yah, hal ini seperti dejavu untuk yang kesekian kalinya pernah aku alami. Awalnya aku benar-benar ngerasa bahwa aku sayang sama dia dan selalu memberikan yang terbaik untuk dilakukan tapi kembali lagi bahwa semua itu bisa ditebak akhirnya dengan perpisahan dan rasa sayang ini akan hilang seiring berjalannya waktu.
Sia-sia mungkin, kita sudah melakukan sesuatu yang terbaik buat orang itu tapi ujungnya juga akan berpisah. Aku memang selalu takut dengan hal PERPISAHAN... karena kata-kata itu sudah sering terjadi dalam hidupku sejak aku kecil. Berpisah dengan ibu 2x karena beliau meninggal, setelah itu harus berpisah dengan teman-teman kecilku karena lulus SD aku harus pindah rumah sampai pada akhirnya SMP aku memiliki seorang kakak yang juga berujung pada perpisahan. Simpel mungkin... tapi hari-hari selama aku berjalan dengan mereka hilang begitu aja dan tak pernah terjadi lagi..
Inilah hidup,
Ada pertemuan dan ada pula perpisahan. Namun, pertemuan adalah awal dari perpisahan dan perpisahan bukanlah akhir dari segalanya melainkan pelepasan yang bermakna khususnya buat orang-orang disekitarku yang sangat aku sayangi.
Siapa pun yang pernah membaca blog ini atau siapa pun orang yang pernah bertemu dan mengenalku, tau kah kalian bahwa hidup ini selalu berujung pada perpisahan? Aku selalu berjanji pada diriku bahwa aku selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik buat orang-orang disekitarku terlebih buat teman-temanku, kakak ku dan my second family. Aku akan selalu berusaha ada buat mereka demi membuat mereka tersenyum karena senyuman mereka adalah kebahagian ku yang mungkin tak bisa melihat senyuman mereka lagi dan aku tidak akan pernah menyianyiakan arti keberadaan dan kebersamaan ku dengan mereka yang sesaat ini...
Semoga kamu juga seperti itu...
(andaikan dia tahu siapa yang aku maksud dalam cerita ini)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS