Liburan Ke Wonosari, Gunungkidul

Pantai Kukup
23 Januari 2013

Lina, Desi dan Ratih
Pantai Kukup


Cewek sebelah kiri yang pake baju warna ijo itu namanya Lina Sekti Sunarsih. Aku biasa panggil dia Mba Lina, maklum usia dia lebih tua dari aku terlebih juga dia adalah salah satu mbak yang ada di kos 217. Cewek yang tengah itu mirip sama Mba Lina hehhehe gimana gak mirip orang cewek yang tengah itu adeknya Mba Lina. Dia namanya Desi kalau gak lupa sech dia baru kelas 1 SMP dech hehehe. Kalau diliat dari deket mereka berdua tuch mirip banget, dari wajah sampe badannya yang sama-sama kecil, beneran mirip banget.

Ikha dan Ratih
Pantai Kukup
Nah kalau cewek yang foto sama aku itu namanya Rafika Ardinata Sileleng, biasa aku panggil Mba Ikha. Dia asli orang dari Ternate jadi dia ga begitu fasih dalam berbahasa Jawa. Padahal kalau di kos mayoritas pada pake bahasa Jawa jadi terkadang aku sering kasihan sama dia soalnya ketika kita bisa ketawa-ketawa puas eeh gak taunya dia sendiri yang diam gara-gara gak paham kita-kita pada ngomong pake bahasa Jawa.


Foto-foto ini diambil ketika waktu itu aku, mba lina sama mba ika sepakat untuk tidur dirumahnya mba lina di Wonosari, Gunungkidul. Lebih tepatnya ketika kita lagi pada libur semester satu. Rencana awal sech kita berempat jadi sama Mba Tiara tapi dia malah gak jadi ikut gara-gara ada acara ke Klaten. Uda lama juga sech rencana tidur ditempatnya Mba Lina cuma sayang gak bisa sesuai dengan rencana berempat rame-rame tidur sana.
 
Lina dan Ratih
Pantai Sepanjang
Kita berangkat pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan sampai Wonosari pun sekitar pukul 10.30an. Maklum Jogaj dengan begitu hawa panasnya tiba-tiba sampai sana hawa dingin langsung dech aku dan Mba Ikha mutusin untuk tidur siang. Rencananya sore itu diajak sama Mba Lina untuk berkeliling pantai yang ada disekitar Wonosari. Malamnya kita hanya bersantai didepan tv sambil ngeliat Desi belajar hehehe kita-kita cuma ngeliatin dia belajar aja gak ada maksud buat ngajarin dia. Sekitar pukul 21.00 kita sudah beranjak tidur tapi sayang saat itu aku sama sekali gak bisa memejamkan mata buat tidur. Aku coba bangunin Mba Ikha dan Mba Lina karena aku belum bisa tidur-tidur juga tapi mereka malahan uda pergi tuch ke alam mimpi mereka masing-masing. Anehnya, malam itu Mba Ikha aneh (orang jawa bilang "ketindian") seperti orang minta tolong untuk di bangunin tapi posisi dia itu seperti nglantur gak jelas gitu. Saat itu aku langsung kaget dan berusaha bangunin dia dengan cara manggil-manggil Mba Ikha sambil namparin pipinya Mba Ikha hehehe soalnya dia tetep gak bangun-bangun sech jadi yaa aku tampar aja pipinya. At last, Mba Ikha dan Mba Lina bangun juga dan keheningan malam itu yang tadinya sempat serem gara-gara Mba Ikha langsung berubah menjadi malam yang penuh kekonyolan, ketawa puas kalau ingat kejadian itu hahaha
keesokkan harinya kita berniat untuk ke pantai pagi-pagi tapi karena kita jam karet semua jadi rencana awal berangkat jam 05.00 berubah menjadi jam 09.00 kita baru berangkat hehehe. Tujuannya cuma maen ke Pantai Sepanjang karena saat itu aku ingin sekali maen air pantai, uda lama gak maen ke pantai. Siangnya kita berniat untuk segera pulang karena keesokkan harinya aku ada acara bareng sama teman-teman SMA buat touring ke Tawangmangu. Hanya sehari kita bermalam ke tempatnya Mba Lina tapi itu sudah cukup untuk sekedar berkenalan dengan keluarganya Mba Lina dan menikmati liburan ku saat itu.
Ikha dan Ratih
Hutan Belakang Rumah Mba Lina




Meskipun cuma sehari disana tapi itu sudah membuat aku sedikit lega untuk bisa berkunjung ke Wonosari, Gunungkidul.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pelepasan yang bermakna


  Dengan alasan "bodoh" aku memutuskan untuk menghentikan hubunganku dengan dia. Mencintai dengan segala kelebihan yang dia punya ternyata sungguh berat. Semakin hari aku jalani semakin berat juga tantangannya. Bukannya aku tak bisa menghadapinya cuma aku belum sanggup!!!
Meski aku tak bisa membohongi diriku sendiri tentang perasaan ini, meski aku berpura-pura tegar tetapi sesunguhnya aku terpuruk, meski aku mencoba untuk berkata "aku tidak mencintaimu lagi" walaupun hati berkata "aku sungguh mencintaimu".... semua itu tak bisa aku tutupi
Sakit mengambil keputusan ini...
Tapi aku harus!!!

Sayank...
maaf kan aku jika aku terlalu rapuh dan tak sanggup menjagamu lagi...
aku hanya ingin melihat jerih payahmu besok berakhir dengan indah...
kamu bisa mendapatkan yang lebih dari aku, yang jauuh memiliki kelebihan diatas ku...
aku hanya bisa memberikan ketulusan untuk mencintaimu, untuk bisa mencintaimu sebagai seorang imam dihati aku yang selama ini terus aku cari...
aku percaya kamu bisa karena aku telah mengenalmu selama ini,
aku percaya kamu akan berakhir dengan indah meski tanpa aku,
Sayank...
aku mundur dari hatimu, bukan karena aku tak sayang lagi atau ada orang lain dihati aku...
semua demi kamu karena kamu pantas mendapatkan yang lebih dari aku dan semua sudah aku pikirkan baik-baik, meski nantinya bukan hanya aku yang kecewa tapi keluarga juga, pasti...!!!
disini aku juga akan belajar...
belajar bangkit,
belajar mengambil hikmah jalan bersama kamu,
belajar untuk bisa melepaskan seseorang yang selama ini benar-benar aku sayangi dan tulus aku cintai karena aku hanya bisa berbuat demikian memberikan hati berarti harus bisa memberikan kepercayaan buat orang yang aku sayangi pula meski berakhir dengan perpisahan...
Biarkan aku terjatuh saat ini dari pada menunggu besok aku terjatuh karenamu...
Aku berjanji dalam diriku sendiri:
Rasa sayang adek ke mas tidak akan pernah berubah meski dengan status yang berbeda karena kita berakhir bukan karena masalah perasaan... karena aku percaya kita punya perasaan yang sama!!!
Ijinkan aku pergi...
Ijinkan aku pendam baik-baik perasaan ini buat kamu...
Ijinkan aku melihatmu esok bahagia dengan atau tanpaku...
Aku sayang kamu...
Aku tulus mencintai kamu...
Sampai kapan pun...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS