Idul Adha, 15 Oktober 2013

Liat kalender ternyata Idul Adha jatuh pada hari Selasa, 15 Oktober 2013. Menjelang hari raya Idul Adha ini aku dapat kabar kalau cowokku "Dion" dapat cuti dari tanggal 12-15 Oktober 2013. Tapi sayang, cuti kali ini aku tidak bisa jemput dia karena hari Sabtu ada kelas dari jam 13.10-15.50 mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Sedikit kecewa ketika aku tidak bisa jemput dia karena jujur aku ingin selalu memberikan yang terbaik buat dia meski itu hanya sekedar menjemputnya.
Selama cuti dia tinggal di Sleman, rumah dimana kakaknya tinggal. Hari Sabtu dan Minggu hampir kita lewati bersama disana. Hari Senin juga hampir seharian bersama dia, sampai-sampai aku bisa bolak balik Muntilan-Sleman selama 5x hanya untuk bertemu dengan dia. Sedangkan hari Selasanya tepat hari raya Idul Adha dan tepat juga hari terakhir dia cuti, aku meminta untuk mengantarkan dia kembali bertugas. Hal yang terindah selain aku dapat mengantarkan dia kembali bertugas adalah dia mengajakku kerumahnya untuk bertemu dengan keluarganya. Tadinya aku pikir dia belum ingin mengenalkan aku dengan keluarganya karena dia sering bilang bahwa dia baru ingin mengajakku bertemu dengan keluarga jika aku sudah bekerja. Ternyata dugaanku salah, dia perlahan mencoba mengajakku untuk berkenalan dengan keluarganya, jujur itu adalah kejadian yang sangat berharga dalam hidupku.
Siang sekitar pukul 14.30 aku mengantarkan dia kembali bertugas. Selama diperjalanan aku hanya bisa memeluk erat tubuhnya sambil memejamkan mata berharap pelukan ini akan kembali lagi aku rasakan. Aku berharap dia disana baik-baik saja karena ini adalah tahun terakhir dia disana. Berat memang ketika aku harus mengantarkan dia karena hal itu memaksaku untuk mengikhlaskan dia pergi bertugas. Tapi disisi lain aku bangga bisa mengantarkan dia kembali bertugas karena aku berpikir mungkin jika dia sudah benar-benar penempatan aku tidak akan bisa lagi mengantarkannya.
Selain dia mengajakku bertemu dengan keluarganya, kemudian aku diijinkan untuk mengantarkan dia kembali bertugas, ternyata dia memberikan aku kejutan sebuah boneka "Minion" yang selama ini aku inginkan. Yaa, dia tau bahwa 17 Oktober adalah hari ultahku dimana dia tidak bisa merayakannya karena tanggal 15 Oktober dia sudah harus kembali bertugas. Itu adalah "malaikat kecil" pemberian dari dia yang harus aku jaga selama dia bertugas. Sungguh ini adalah cuti dan sekaligus ultah yang istimewa buatku.
Terima kasih sayang, terima kasih atas semua waktu dan pemberian darimu. Semoga diusiaku ini selalu diberi barokah, amin.
Sampai ketemu lagi di cuti besok, Desember 2013.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Kebaikan yang Salah Untuk Diartikan

Siapa pun orangnya dan sedekat apa pun dia dengan kita mesti akan selalu ada batasannya. Tidak pandang bulu dengan apa yang telah dia beri (kebaikan) kepada kita. Memang kita harus memberikan timbal balik dengan apa yang telah dia beri, tapi kita juga sadar bahwa  tidak selamanya kita bisa memberikan timbal balik juga.
Sebenanrnya aku bingung dengan apa yang aku lakukan saat ini, entah itu langkah yang baik untuk aku lakukan atau tidak. Sedikit demi sedikit aku mencoba untuk menjauh dari sosoknya karena aku tersadar mungkin dulu aku telah salah menilai dia. Ketika aku berusaha untuk "welcome" dengan dia, selalu perhatian dan mencoba memberikan kebaikan kepadanya, justru hal itu salah. Jujur mungkin hanya dia yang bisa peka sedang seperti apakah kondisi aku saat ini.
Yaaah...
Kini aku sudah tersadar dan kini sudah berbeda. Dia, yaa Dia... ibarat kata ketika aku sudah memberikan hati justru dia masih ingin meminta jantung juga. Justru hal itu membuat aku keliru menilai siapa dia sebenarnya. Untung kita dekat baru sebentar dan bersyukur pula kini aku telah menyadari kesalahan aku yang sudah memberikan dia hati. Aku tidak bisa selalu bersama dia, aku juga tidak akan hidup terus bersama dia dan aku juga sadar bahwa kebaikan aku ini tidak akan selamanya bisa dia nikmati karena aku sendiri tidak ingin kebaikan ku selama ini disalah artikan.
Sudah,
Aku sudah sadar kini. Maaf aku harus membatasi ini semua, aku tidak ingin kamu selamanya tergantung dengan kebaikan ku walaupun terkadang aku merasa dirugikan dengan kebaikan yang telah aku beri kepadamu. Saat ini aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku pun kadang butuh waktu untuk privasi diri aku sendiri dan aku juga sangat berharap agar kamu sadar untuk tidak selamanya bergantung pada seseorang saja, bagaimanapun kamu butuh yang namanya "orang lain" sebagai tempat berbagi kamu, bukan hanya 1 orang saja yang bisa kamu andalkan. Kini aku harap kamu bisa peka dengan keadaan disini, kamu baru akan merasakannya ketika orang yang kamu andalkan sedang tidak berada disampingmu dan yang ada hanyalah "orang lain" dimana kamu sedang membutuhkan bantuan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS